Dengarkan Ini Gan

From author

selamat datang di blog ini
kami memiliki fitur fitur dan artikel yang menyuguhkan ilmu ilmu dan informasi

visit the another author page

http://duniadalamforum.indonesianforum.net
http://duniadalammaya.wall.fm
http://boy-nandy.blogspot.com

sms gratis


berita terkini. bali sepi dan sunyi. waw

Suasana sunyi dan hening menyelimuti Pulau Bali yang dihuni sekitar 3,6 juta warga dan ribuan wisatawan mancanegara maupun domestik yang sedang menikmati liburan. Hari ini atau Selasa (16/3), umat Hindu menjalankan Tapa Brata Penyepian bertepatan Tahun Baru Saka 1932.

Mereka mengurung diri di dalam rumah masing-masing. Selama 24 jam, mereka melaksanakan empat pantangan. Meliputi amati karya atau tidak bekerja dan tidak menjalankan aktivitas lainnya. Amati geni, yakni tidak menyalakan api maupun lampu penerang. Amati lelungan tidak bepergian dan amati lelanguan tidak mengumbar hawa nafsu atau bersenang-senang.

Umat Hindu umumnya melakukan yoga semadi di rumah masing-masing. Dan sekaligus kesempatan introspeksi diri terhadap perbuatan yang telah dilakukan, dengan harapan dapat diperbaiki atau disempurnakan sejak memasuki Tahun Baru Saka.

Kota Denpasar, tempat-tempat wisata dan pusat perekonomian lainnya yang kesehariannya hampir selalu diwarnai kemacetan arus lalu lintas kendaraan, total berubah menjadi sunyi senyap, hening dan damai, terhindar dari pencemaran atau polusi. Suasana Bali yang demikian itu berlangsung sejak pukul 06.00 Wita (Waktu Indonesia tengah) sebelum matahari terbit hingga jam 06.00 Wita keesokan harinya.

Laporan dari sejumlah lokasi di Kota Denpasar, daerah pedesaan Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan, pinggiran perkotaan Kabupaten Gianyar, Desa Rendang Kabupaten Karangasem, daerah ujung timur Pulau Bali, menyebutkan hanya suara alam kicauan burung dan aneka satwa yang terdengar serta pepohonan diterpa angin.

Demikian pula di Perumnas Monang Maning Denpasar, kawasan permukiman yang dihuni sekitar 2.500 kepala keluarga berasal dari berbagai etnis di Nusantara, dengan toleransi tinggi warga non-Hindu menghormati Hari Raya Nyepi. Sepanjang jalan dan gang-gang tampak sepi, kecuali hanya beberapa petugas keamanan adat yang disebut pecalang berjaga-jaga di ujung gang dan perempatan jalan.

Pemandangan serupa dilaporkan juga hampir terjadi di seluruh pelosok Pulau Dewata, termasuk Kuta, Nusa Dua, Sanur dan kawasan wisata lainnya di Bali. Wisatawan mancanegara yang sengaja berlibur ke Bali bertepatan umat Hindu melaksanakan Catur Brata Penyepian, hanya diperkenankan melakukan aktivitas di dalam kawasan hotel tempatnya menginap.

Deretan hotel berbintang di kawasan Pantai Kuta dengan tingkat hunian yang cukup menggembirakan, juga memberlakukan ketentuan tersebut bagi wisman secara ketat, sehingga Pantai Kuta yang sehari-hari ramai sebagai tempat berjemur sambil menikmati deburan ombak, juga sunyi senyap.

Pantai berpasir putih sepanjang enam kilometer itu bebas dari kunjungan turis asing, hanya deburan ombak dan tiupan angin yang berembus sepanjang pantai. Demikian pula umat lain non-Hindu yang selama ini hidup rukun berdampingan satu sama lain pada hari yang diistimewakan itu sangat menghormati umat Hindu melaksanakan Catur Brata Penyepian atau empat larangan saat Nyepi itu.

Bandara Ditutup

Penutupan Bandar Udara Internasional Ngurah Rai, satu-satunya pintu masuk Pulau Dewata lewat udara yang sehari-harinya melayani lebih dari 180 pesawat berbadan lebar, pada Hari Suci Nyepi kali ini ditutup untuk yang ke-12 kalinya. Penutupan bandara bersamaan dengan penghentian operasional empat pelabuhan laut di Bali.

Penutupan sementara Bandara Ngurah Rai dan keempat pelabuhan laut selama sehari penuh, dilakukan sejak 1999. Penutupan Bandara Ngurah Rai selama 24 jam untuk semua jenis penerbangan, baik domestik maupun internasional, selama ini berlangsung cukup sukses, aman dan tertib.

Seperti saat Hari Raya Nyepi tahun-tahun sebelumnya, penerbangan domestik dengan tujuan akhir dan keberangkatan pertama dari Bandara Ngurah Rai ditiadakan. Penerbangan transit masih diizinkan, namun dilarang mengangkut penumpang dengan tujuan akhir Denpasar atau berangkat dari Denpasar, kecuali penumpang transit yang sudah ada di bandara.

Hal itu dilakukan mengingat penumpang tujuan Bali tidak akan bisa pergi ke mana-mana kecuali di bandara saja. Demikian pula jika mengangkut penumpang dari Bali, mereka juga tidak akan bisa mencapai bandara karena seluruh jenis kendaraan dilarang beroperasi di Pulau Dewata.

Sementara, penerbangan internasional dengan tujuan akhir dan keberangkatan pertama di Bandara Ngurah Rai juga ditiadakan, kecuali penerbangan transit tetap diizinkan. Namun dilarang mengangkut penumpang tujuan akhir Denpasar, atau berangkat dari Denpasar, kecuali mengangkut penumpang transit yang sudah ada di bandara.

Penerbangan lintas technical landing dan emergency landing tetap diizinkan. Tapi, awak pesawat dan penumpang harus tetap berada di wilayah Bandara Ngurah Rai selama umat Hindu "mengurung diri" melaksanakan Catur Brata Penyepian.

Selama Hari Suci Nyepi, menurut Kepala Bagian Publikasi dan Dokumentasi Biro Humas dan Protokol Pemerintah Provinsi Bali I Ketut Teneng, tidak ada keistimewaan bagi siapa saja untuk bisa menggunakan kendaraan bermotor. Kecuali mendapat dispensasi yang dikeluarkan oleh Bendesa atau ketua adat terhadap warganya yang mendesak ke rumah sakit.

Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah, Denpasar, pada hari Nyepi tetap menyiagakan ambulans dan satu tim pelayanan medis. Tim ini beranggotakan dokter, perawat, bidan dan tenaga non medis sebagai pendukung.

semoga bermanfaat;D

0 testimonial:

Posting Komentar

Gunakan Smile yang anda ketahui untuk postingan